Lingkungan akuatik atau perairan mencakup lebih dari 70% dari total luas permukaan bumi. Hal ini berbanding lurus dengan keanekaragaman hayati yang ada dalam lingkungan akuatik, termasuk keragaman mikroorganisme pada lingkungan tersebut .
Seperti mikroorganisme pada ekosistem terestrial, mikroorganisme pada lingkungan perairan berperan penting dalam daur biogeokimia dan jaring-jaring makanan pada lingkungan tersebut. Dalam proses produksi oksigen misalnya,
Meski hutan tropis seperti Amazon yang disebut sebagai the lung of the world dianggap sebagai produsen oksigen dunia, faktanya 50% dari total oksigen yang Anda gunakan ternyata dihasilkan oleh bakteri fotosintesis oksigenik yang ada di lingkungan perairan.
Selain sebagai produsen oksigen dan penyumbang 15% dari produktivitas ekosistem, mikroorganisme pada perairan juga memiliki dampak negatif seperti penyebab tercemarnya air minum atau kematian ikan-ikan saat blooming alga penghasil toksik.
Seperti mikroorganisme pada ekosistem terestrial, mikroorganisme pada lingkungan perairan berperan penting dalam daur biogeokimia dan jaring-jaring makanan pada lingkungan tersebut. Dalam proses produksi oksigen misalnya,
Meski hutan tropis seperti Amazon yang disebut sebagai the lung of the world dianggap sebagai produsen oksigen dunia, faktanya 50% dari total oksigen yang Anda gunakan ternyata dihasilkan oleh bakteri fotosintesis oksigenik yang ada di lingkungan perairan.
Selain sebagai produsen oksigen dan penyumbang 15% dari produktivitas ekosistem, mikroorganisme pada perairan juga memiliki dampak negatif seperti penyebab tercemarnya air minum atau kematian ikan-ikan saat blooming alga penghasil toksik.

0 comments:
Post a Comment